ads head

Advertisement

Minggu, 08 Januari 2017

MAKALAH SEJARAH PENGUKURAN KONSTANTA GRAVITASI UNIVERSAL



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa atas berkat dan  rahmatnyalah saya dapat menyelesaikan makalah Fisika ini yang berjudul “sejarah pengukuran konstanta Gravitasi universal” tepat pada waktunya.
Makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu bahan pelajaran dalam rangka mencapai standar isi pendidikan pada kurikulum 2013.
Saya  menyadari sepenuhnya bahwa makalah  yang saya buat ini hanya didasari keberanian bukan berarti makalah ini sempurna. Dengan itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.



DAFTAR ISI
JUDUL...........................................................................................I
KATA PENGANTAR....................................................................II
DAFTAR ISI..................................................................................III
BAB I PENDAHULUAN..............................................................IV
A.   LATAR BELAKANG
B.   TUJUAN
C.   RUMUSAN MASALAH
BAB II ISI......................................................................................V
A.   ANALISIS
B.   PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP......................................................................VI
A.   KESIMPULAN
B.   SARAN
DAFTAR PUSTAKA..................................................................VII



BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Gravitasi adalah gaya tarik- menarik yang terjadi antara semua  partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Disi ada dua jenis ketetapan gravitasi yaitu ketetapan gravitasi universal dan ketetapan gravitasi Bumi. Untuk ketetapan gravitasi universal yakni ketetapan yang sifatnya umum dan digunakan untuk mengukur gaya gravitasi antara bumi dan bulan sedangkan untuk ketetapan gravitasi bumi yakni sifatnya khusus dan hanya dapat digunakan untuk mengukur gaya tarik-menarik antara bumi dan benda-benda yang ada dipermukaan bumi termasuk mahluk hidup. Sehingga banyak ilmuan yang telah melakukan penelitian untuk mencari ketetapan gravitasi universal salah satunya yaitu Henry Cavendish. Sehingga didapatkan ketetapan yakni sebesar (6,70±0,48) × 10-11 Nm2/kg2.

B.   TUJUAN
Didalam makalah ini ada beberapa tujuan yang hendak dicapai yakni :
Ø Untuk dapat mengetahui tentang sejarah pengukuran konstanta Gravitasi Universal (G).
Ø Agar dapat mengetahui bagaimana para ilmuan dalam melakukan pengukuran konstanya Gravitasi (G).

C.   RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini ada beberapa masalah yang harus diselesaikan diantaranya:
Ø Bagaimanakah sejarah pengukuran konstanta Gravitasi Universal ?
Ø Siapa sajakah para Ilmuan yang telah melakukan pengukuran tentang konstanta Gravitasi Universal ?






BAB II
ISI
A.   ANALISIS
Ketetapan gravitasi universal (G) adalah sifatnya tetap dan umum sama halnya seperti nilai π. Sedangkan untuk ketetapan Gravitasi bumi (g) sifatnya hanya berlaku dibumi saja dan jika  perhitungannya dibawa kebulan, maka tidak dapat digunakan lagi. Konstanta gravitasi (G) adalah besaran penting dalam hukum Newton tentang gravitasi universal. Sebelum mencetuskan Hukum gravitasi universal, Newton telah melakukan perhitungan untuk menentukan besar gaya gravitasi yang diberikan Bumi pada bulan sebagaimana besar gaya gravitasi bumi yang bekerja pada benda-benda dipermukaan bumi. Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya Gravitasi timbul karena adanya partikel Gravitron  dalam setiap atom. Disebut m adalah massa dan g adalah percepatan gravitasi. G adalah konstanta universal yang diperoleh dari hasil pengukuran secara Eksperimen. Disini untuk ketetapan konstanta gravitasi universal adalah 6,67 × 10-11 Nm2/kg2. Sedangkan konstanta gravitasi bumi, (g) adalah sebesar 9,8 m/s2 konstanta gravitasi bumi (g) dipengaruhi oleh massa dan jaraknya terhadap benda bermassa lain.













B.   PEMBAHASAN
1.     SEJARAH PENGUKURAN KONSTANTA GRAVITASI UNIVERSAL
pengukuran konstanta gravitasi universal adalah nilai ketetapan semesta G yang sebelumnya tidak dapat ditentukan oleh Newton, Melainkan ditentukan melalui percobaan yang dilakukan oleh seorang ilmuan inggris yang bernama Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan ketelitian sebesar 99 %. Namun tetapi Newton telah mencetuskan Hukum gravitasi universal dan mengumumkannya pada tahun 1687. Hukum ini sangat terkenal dan berlaku baik Di Indonesia, Amerika dan Afrika bahkan diseluruh penjuru alam semesta. Hukum gravitasi Universal ini berbunyi :
“semua benda dialam semesta menarik semua benda lain dengan gaya sebanding denga hasil kali massa benda-benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda-benda tersebut
Percobaan yang dilakukan oleh Cavendish menggunakan Neraca yang disebut Neraca torsi atau Neraca Cavendish. Neraca tersebut dapat mengukur besar gaya putar yang diadakan pada lengan gayanya. Cara kerjanya yaitu dua bola kecil, masing-masing dengan massa m1, diletakan di ujung batang ringan yang digantung pada seutas tali halus. Disamping bola-bola kecil tersebut,digantung bola-bola besar dengan massa m2. Apabila tali penggantung massa m1 diputar dengan sudut sebesar θ dan besar m2,m1, serta jarak antara kedua massa itu (d) diketahui, besarnya G dapat dihitung.
Beberapa metode dan alat ukur telah dikembangkan oleh para ilmuan untuk mendapatkan nilai konstanta gravitasi yang lebih akurat. Walaupun G adalah suatu konstanta Fisika pertama yang pernah diukur, konstanta G merupakan konstanta yang dikenal paling rendah tingkat ketelitianya. Hal ini disebabkan tarikan gravitasi yang sangat lemah hingga dibutuhkan alat ukur yang sangat peka agar dapat mengukur nilai G dengan teliti. Hingga saat ini, nilai konstanta gravitasi universal G yang didapatkan oleh Cavendish dan boys pada abad ke-19, yaitu ( 6,70±0,48) × 10-11 Nm2/kg2 tidak jauh berbeda dengan nilai G yang didapat oleh para ilmuan modern, yaitu 6,673 × 10-11 Nm2/kg2.
2.     PERCOBAN OLEH BEBERAPA ILMUAN
Dibawah ini ada beberapa ilmuan yang telah melakukan penelitikan untuk mendapatkan nilai konstanta gravitasi universal (G) lengkap dengan Tahun,metode yang digunakan serta nilai konstanta gravitasi universal yang didapat dijelaskan sebagai berikut :
a)     Henry cavendish melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1798. Dia menggunakan metode penyimpangan dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,754 × 10-11Nm2/kg2).
b)    Poynting melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1891. Dia menggunakan metode penyimpangan dan menggunakan alat berupa timbangan Biasa. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,698 × 10-11Nm2/kg2).
c)     Boys melakukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1895. Dia menggunakan metode penyimpangan dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,658 × 10-11Nm2/kg2).
d)    Von Eotos melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1896. Dia menggunakan metode penyimpangan dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,65 × 10-11Nm2/kg2).
e)     Heyl melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1930. Dia menggunakan metode periode dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi yang terdiri atas Emas nilai G nya ( 6,678 × 10-11Nm2/kg2), platinum (6,664 × 10-11Nm2/kg2), kaca (6,674× 10-11Nm2/kg2).
f)      zahrandicek melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1933. Dia menggunakan metode resonansi dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,659 × 10-11Nm2/kg2).
g)     Heyl dan Chrzanowski melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1942. Dia menggunakan metode periode dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,673 × 10-11Nm2/kg2).
h)    Luter  dan Towler melekukan penelitian tentang nilai konstanta gravitasi universal pada tahun 1982. Dia menggunakan metode periode dan menggunakan alat berupa timbangan Torsi. Nilai kostanta yang didapat adalah  ( 6,6726 × 10-11Nm2/kg2).



BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Dari penjelasan tersebut saya menarik kesimpulan bahwa Gravitasi adalah gaya tarik- menarik yang terjadi antara semua  partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya Gravitasi timbul karena adanya partikel Gravitron  dalam setiap atom. Untuk  ketetapan gravitasi universal yakni ketetapan yang sifatnya umum dan digunakan untuk mengukur gaya gravitasi antara bumi dan bulan. Sejarah pengukuran  konstanta G menjelaskan bahwa  konstanta ini merupan konstanta yang dikenal paling rendah tingkat ketelitianya. Hal ini disebabkan tarikan gravitasi yang sangat lemah hingga dibutuhkan alat ukur yang sangat peka agar dapat mengukur nilai G dengan teliti. Hingga saat ini, nilai konstanta gravitasi universal G yang didapatkan oleh Cavendish dan boys pada abad ke-19, yaitu ( 6,70±0,48) × 10-11 Nm2/kg2 tidak jauh berbeda dengan nilai G yang didapat oleh para ilmuan modern, yaitu 6,673 × 10-11 Nm2/kg2.

B.   SARAN
Dari makalah ini saya mengharapkan dan menghimbau kepeda pembaca agar makalah ini dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran.
Saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Sekali lagi semoga bermanfaat bagi pembaca dan apabila ada kekurangan dalam materi ini mohon anda tambahkan dari buku, internet, maupun sumber refrensi lainnya sebagai bahan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA


http://fisikasiswa.blogspot.com/2014/01/pengukuran-konstanta-gravitasi-universal.html
http://fisikaeduka11.blogspot.com/2013/12/neraca-canvedish.html
http://google.com/sejarah-pengukuran-konstanta-gravitasi-universal.html
Buku fisika modern

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iklan